Friday, November 13, 2015

Sejenak Kau Hadirkan Rasa Ini


Izinkan aku sejenak melihat senyummu yang terulas dalam wajahmu nan syahdu..
Ah, aku jatuh cinta...
Entah sejak kapan rasa itu ada...
Setelah aku sadari, ia sudah tumbuh menjadi kuncup bunga yang siap disirami..

Tawanya..
Candanya..
Tegur sapanya..
Menghadirkan desiran lembut dihatiku..
Yang berakhir dengan helaan nafas tuk tenangkan hati..

Tak dengarkah engkau, hatiku memanggil namamu?

Sampai Disini

Sampai disini..
Tidak, aku tak bermaksud untuk memutus hubungan yang lama terjalin..
Aku hanya ingin menggeser sedikit posisimu di hatiku..
Ya.. menggesernya sedikit lebih jauh..

Aku kecewa..
Setelah semuanya ku lakukan untukmu..
Setelah semua sayang ini ku curahkan untukmu..
Kau... begitu saja membiarkanku tak tau apapun..
Ya.. cukup sampai disini..
Kau tak lagi berada di hatiku yang paling dalam,
Sahabatku...

Sunday, November 08, 2015

November Rain

Alhamdulillah, Yogyakarta mulai hujan setelah beberapa pekan lamanya panas terik hingga suhu rata-rata 36 derajat celcius. Memasuki bulan November, musim penghujan yang ditunggu-tunggu pun datang. Waktunya mengeluarkan beberapa jaket tebalku. Yaa, kalau kata orang musim penghujan adalah musim romantis. Ceilee..


Yaa.. Hujan memang selalu menghadirkan kesyahduan nan menenangkan. Kehadirannya selalu diikuti seribu kenangan yang mulai diputar ulang dalam ingatan.

Bagi sebagian orang ini saat yang tepat untuk menyendiri, ber-muhasabah, atau sekedar menikmati kegalauan bersama suara rintik hujan yang jatuh menerpa jendela. Duuh..
Tapi hujan juga menghadirkan kebahagiaan tersendiri kok. Suara rintiknya itu lho, irama yang mampu menyusupkan ketenangan dan kebahagiaan.

Thursday, November 05, 2015

Sepotong Hati Yang Utuh

Aku hanya ingin sepotong hati yang utuh


Begitulah yang tertulis dalam status salah satu temanku. Ah, masa galauku sudah lewat, tapi belum untuk temanku ini.

Sepotong hati yang utuh?

Friday, October 02, 2015

Hide Numbering for Heading Level 1

You've been writing some document?

Using multilevel list number with heading style?

But getting irritated how to hide heading number on level 1?

Yeay, we're in the same situation... hahahah...


Eits, jangan marah dulu, setelah akhirnya bertapa semalaman mencari wangsit untuk bisa menyembunyikan itu nomor, akhirnya dapat juga. Mudah caranya ternyata (nyarinya aja yang susah.. hiks..)

Monday, August 24, 2015

Kisah Di Balik Sebuah Cerita

Bisakah seperti dulu lagi?

Aku mengenang sebuah pesan yang sempat membuat hatiku remuk redam.

pic downloaded from here
Itu terjadi dulu, ketika aku terperangkap dalam indahnya sebuah rasa. Iya, aku jatuh cinta.
Cinta itu datang dari seorang yang sejak dulu aku kagumi. Satu kegiatan mempertemukan kami dalam sebuah kepanitiaan. Aku, dan juga dia, di amanahkan menjadi panitia inti, dan hal itu membuat kami lebih banyak berkomunikasi.

Lambat laun, rasa yang terpendam itu semakin membuncah, hingga rasanya semakin tak bisa aku pendam. Pecah sudah benteng hatiku ketika mendengar ia pun suka padaku. Rona merah selalu nampak di wajahku. Ketika bertemu pun aku hanya tertunduk malu menahan debaran di hati. Entahlah, aku hanya merasa dia pun tau apa yang ku rasa.

Hingga beberapa bulan kemudian, menjelang liburan kuliah..

Nisa, sudah mau pulang ya?

Satu pesan masuk, darinya. Aku melirik ke arahnya yang hanya berjarak beberapa meter saja dariku.

Iya, kenapa?

Gak apa, hati-hati ya, kapan-kapan aku mau tanya sesuatu boleh..?

Dan itu, merupakan pertanyaan yang tidak seharusnya ku dengar dulu. Pertanyaan yang membuat rasa yang terpendam itu mengalir sebelum waktunya. Pertanyaan yang membuat hati ini lemah, dan pertanyaan yang sebenarnya telah mengaktifkan bom waktu di hatiku.

Friday, May 29, 2015

Berlalu

pic from here, edit by me

Tap..tap..tap..
Suara langkah kaki yang sayup meninggalkanku..
Iya, meninggalkanku..

Tanpa sadar aku masih saja disini..
Berdiri di tempat yang sama..
Memandang ke arah yang sama..
dalam diam..

Friday, May 22, 2015

Girl's Day Out

22 Mei 2015.

Hei, aku belum posting apapun di blog ini...

Kesibukan (<-- alasan aja sih...) akhir-akhir ini membuatku gak sempat menulis apapun disini. I HAVE NO IDEA...
Tapi kini, aku paksakan untuk menulis, sekalipun gak tau apa yang mau ku tulis disini.

Beberapa waktu lalu, aku menyempatkan diri untuk pergi hangout bareng teman-teman se-gank . Pukul 12 siang, kami janjian untuk bertemu di salah satu tempat makan untuk makan siang bareng. 

Tuesday, April 28, 2015

Jauh Ku Rindu

"Gak!! gua gak percaya..!! H masih hidup.. dia masih hidup kan Bay?.." Tangisku pecah di telepon saat itu, beberapa tahun yang lalu.

Semua orang yang ada dalam bis menatapku, aku tak peduli. Aku marah. Ya, Aku marah, sedih, gak rela, semua membaur.

"Sabar jar..sabar..." ucapnya di seberang telepon, nadanya lesu.

Aku menggelengkan kepalaku, air mataku terus berderai, aku mengatupkan rapat bibirku, tak sanggup berkata apapun.

"Bay, H masih ada kan, dia baik-baik aja kan.. H gak ninggalin kita semua kan? kemarin dia bilang ke gua dia udah sehat kok.. Bay... jawab dong..." aku terus memberondong pertanyaan dengan nadaku yang bergetar menahan isak tangis.

Monday, April 27, 2015

Yang Bersemai Di Hati

Rasanya, akhir-akhir ini aku sama sekali gak ada ide untuk posting, yaa, walaupun sekedar cerita gak jelas di blog ini. Apalagi dengan kondisi yang sedang gak fit kaya gini. Dan kali ini, aku sengaja singgah ke salah satu blog yang dulu sempat selalu aku kunjungi. Disana, ia bercerita cinta.


Ujung

"Kimi to no koi ni koi wo shiteru dake de"

Jemariku kembali menari dengan lincah di atas tuts-tuts hitam laptop biruku. Ditemani alunan melodi, jari ini mengetikkan satu bayang yang terus berada dalam angan.

gambar ambil dari sini
Pertemuan yang hanya sesaat dan tiba-tiba dan tak terduga itu mampu membawa rasaku hingga seperti ini. Ah, rasanya tak pernah berhenti andai yang selalu aku angankan.
Dulu aku yang hanya sepintas lalu memperhatikan,
Dulu aku yang tak segera menyadari betapa berharga sebuah pertemuan,
Kini berakhir dengan penyesalan.

Saturday, April 25, 2015

Lhokseumawe, April 2015

Oke, mari kita mulai cerita perjalanan ini dari 5 hari yang lalu.

Kami gak dapat penerbangan langsung ke Lhokseumawe, sehingga akhirnya terpaksa kami terbang ke Banda Aceh, dan memakai jalur darat untuk ke Lhokseumawe.

Banda Aceh ke Lhokseumawe butuh waktu 6 jam perjalanan. Kami berangkat dari Banda Senin pukul 17:30 sampai di Lhokseumawe hampir pukul 01:00. Ya, kami akhirnya sewa mobil dan driver selama kami di Lhokseumawe (di Lhokseumawe ga ada taksi, susah juga kalau ga sewa mobil dan driver).

Dan taukah kamu, aku kena sleep paralysis... yup, gak bisa tidur karena sleep paralysis. Tubuh ga bisa gerak dan sesak nafas. How scary moment...

Dan, yaa..kami melaksanakan "tugas negara" selama 3 hari. Dan di hari ketiga kami bertolak kembali ke Banda Aceh. Kami kembali dengan kepanikan, hotel menginap belum dapat dan tiket pulang kehabisan. (T~T)

Yang seharusnya pulang di hari Jumat, terpaksa kami undur menjadi hari Sabtu. Dan aku, pulang dalam keadaan tepar. Hiks..
Sekian <(@ ̄︶ ̄@)>

Batam, saat nunggu penerbangan selanjutnya ke Yogyakarta.

Wednesday, April 15, 2015

[Linux] Enable USB Controller

Malam ini, pukul 23, aku berkutat dengan laptop dan virtual box-nya. Yang membuatku pusing hingga hampir pukul 00 masih juga belum menemukan jawabannya.

Ya, semua bermula dari keinginanku membuka "secret partition" yang ada dalam flashdisk-ku. Dan satu-satunya cara untuk membuka secret partition itu adalah dengan menggunakan windows. Dan yang bikin aku pusing adalah, laptopku sudah tidak memiliki OS windows, satu-satunya OS windows yang ku install yaa di virtual box. Tapi, masalah baru kembali muncul, flashdisk-ku gak ke-detect di virtual box (kita sebut saja dia VB biar gak kepanjangan ya, haha).

Bingung?

Baiklah, aku ceritakan kronologisnya, begini ceritanya.. (jadi keinget acara hantu-hantuan zaman dulu, hihi..)

Saturday, April 04, 2015

Melepaskan

location: Pantai Ulheu leu, Banda Aceh

Chat group pun berlanjut dengan pembahasan yang lain.

A: Aku masih berjuang melepaskan nie

Aku: :(

A: Tenang saga, it's just me, saga mah tenang2 aja, duduk manis

B: Bagaimana cara melepaskan, menurutku itu khas. Beda masing2 orang. Mungkin kenapa ujiannya berkali2 biar kita tau gimana cara melepaskan.

C: berat juga itu

A: berat itu

B: ya emang berat. Sampe aku pengen tukeran. Aku jadi kamu, kamu jadi aku. Hahahaha..

Friday, April 03, 2015

Mbak..

Gals, mbak X nikah 11 April ini..

Pukul 22.26, satu chat group yang masuk mampu membuatku tertegun sebentar, dan membaca ulang. Satu kalimat yang langsung membuatku mengharu biru. Disambung dengan menceritakan betapa uniknya pertemuan mereka.

Ya Rabb, Engkau tau bagaimana cara membuang air mata yang tertahan ini.

Aku kembali membuka catatan mentoringku dulu.

2010

"Jar, main ke kontrakan A yuk, lagi panen jambu air..."

Masih ku ingat ketika kau disini. Selalu mengajak ke kontrakan A tiap kali panen jambu air. Aaaaarrgghhh... tetiba rindu berkumpul lagi.

Tuesday, March 31, 2015

Ketika Mas Gagah Pergi

"dek, pernah baca novel 'ketika mas gagah pergi'??"

"pernah bang, itu waktu SMP bacanya, sedih banget"

"mau difilmkan itu"

"hoo, iyakah?"

"iya,,, ternyata itu awalnya dari tugas kuliah"

"hooo... mantap ya asma nadia.."

"novel itu Helvy Tiana Rosa dek.. (duh)"



Pernah baca juga kan novelnya? Novel karya Helvy Tiana Rosa yang dulu cukup membuat air mata mengalir. Mengisahkan tentang kepergian seorang kakak dan penyesalan sang adik.

Sunday, March 29, 2015

Membelah Diri

"Kau ingin menjaga perasaan semua orang Dy?" sudut hatiku tertawa tergelak "mustahil... yang ada kau akan menyakiti perasaan semua orang.." katanya lagi dengan gelak tawa yang sama.

Aku bungkam.


Pukul 01:09 pagi. Di luar hujan deras. Suara petir menyambar terdengar. Yogyakarta akhir-akhir ini hujan setiap malam.

Dalam remang cahaya kamar. Aku kembali membuka laptop biruku. Untaian kata sudah menumpuk di kepala. Tak bisa tidur. Sakit yang sama kembali menyerangku.

Thursday, March 26, 2015

Ada Cinta


Mari kita bicara cinta...

Selalu ada cinta,
cinta yang sama yang tumbuh dahulu kala..

Selalu ada cinta,
cinta yang sama yang kau beri dulu..

Galau

Menurut KBBI, pengertian galau adalah: [a] kacau tidak keruan (pikiran).

Jadi, apa galau menurutmu?

Perasaan ingin teriak (baru ingin lho ya..) ketika tetiba mengingat sesuatu.


Iyah, si galau ini, menurutku disebabkan karena sesuatu itu sulit atau bahkan mustahil untuk didapatkan, entah dalam jangka pendek maupun tak berhingga (jadi ingat matematika).

Sejuta Rona

5 Maret 2015, sekitar pukul 21, aku chat dengan salah satu kawan. Menanyakan kabar, nostalgia, dan tetiba saja ia berkata:
Rasanya baru kmrn kita ngumpul di kontrakannya mba evi nonton drama,
Kangen syuro bareng, kumpul di maskam, nonton bareng ya mba


Lamunanku tiba-tiba saja meluncur kencang ke masa itu. 2008, titik balik ku saat itu. Ya, kalau kata kak rindu adalah saat kita berada di titik 0.

Di sebuah rumah kecil yang dijadikan kost-kostan, sekumpulan akhwat mengadakan kegiatan. Masak2 sampai puas. Saat itu ramadhan, kami mengadakan buka puasa bersama. Ah, candaan dan kehebohan saat itu tak pernah terlupa. Walau aku tak ingat obrolan2 ringan yang saat itu terucap. Sound dari salah satu komputer terus menemani, menyenandungkan murottal.

Wednesday, February 18, 2015

Aneh Ku Rasa

Aneh rasanya ketika baru sekarang aku tersadar..
Namun apalah daya, semua telah terjadi..
Egois jika aku menuntut semua sesuai kehendakku..
Haaah, aku hanya mampu menghela nafas panjang..

Ketika aku berusaha bangkit menerima semua yang terjadi..
Untaian kata itu kembali membuatku terpuruk..

Rinai hujan kini turun lagi..
Aku masih saja termenung di depan laptop biruku..
Sesekali menghela nafas, sesekali memandang kosong, melamun..
Ah, kenapa tak sedari dulu aku bersamamu dan terus memikirkanmu... thesiiiis, pliss.. *acak-acak jilbab*

---

kali ini, kata itu datang dari orang yang sama dan bilang "Aneh". Okeh, akhirnya posting gak jelas ini ku buat hanya bermodal setiap huruf dari judul yang ditulis menjadi judul posting kali ini.

Saturday, February 07, 2015

Tak Berbalas

Hai Alpha,
Hari ini kota sedikit mendung, terlihat sejuk. Enak deh buat jalan-jalan.

Tanganku terhenti mengetikkan kalimat dalam sebuah e-mail. Aku hanya terdiam memandang layar ponselku itu. Menatap alamat e-mail yang ada disana dengan mata nanar.

Hari ini, aku dan beberapa kawan mengerjakan tugas bersama.

Aku terdiam lagi, kini hanya mampu menatap tombol Send di sudut kanan layar ponsel. Dengan ragu aku menekannya. Sudah tak terhitung e-mail yang ku kirim saat itu. Tanpa ada balasan yang selalu --dengan egoisnya-- aku harapkan.

Haaah, lihatlah mendung putih menggelayut di langit.


Aku beranjak dari kursi panjang di salah satu pemberhentian bus di kota ini. Aku berjalan menyusuri jalanan yang saat itu tidak terlalu banyak kendaraan lalu lalang. Jalanan hanya diisi oleh para pesepeda dan orang-orang yang hanya sekedar jogging disana.

Car free day sekarang ya...

Gerimis sudah mulai berjatuhan ke atas wajahku. Dengan berlari kecil, aku menuju salah satu bookstore. Toko buku yang juga merangkap sebagai kafe. Pintu dan jendela-jendela kaca kafe tersebut memberitahuku bahwa belum ada pengunjung di sana. Hanya ada beberapa pegawai kafe yang sedang menyusun dan membersihkan meja kursi di sana.

"Selamat siang, selamat datang..." Sapa penjaga kasir ketika aku membuka pintu kafe, membuatku menyempatkan diri untuk melihat jam yang menempel di dinding di belakang kasir tersebut. Masih pukul 10. Pikirku

Aku tersenyum dan berkata "Siang". Para pegawai lain menghentikan aktifitas mereka, dan menatapku dengan tersenyum. Mereka menungguku memilih salah satu meja untuk aku tempati saat itu.

Aku memilih salah satu meja yang terletak dekat jendela di seberang ruangan. Melewati labirin rak -rak buku --yang tidak terlalu tinggi-- yang juga merangkap sebagai sekat / pembatas antara sekumpulan meja-meja. Sehingga seolah menciptakan ruangan-ruangan tersendiri.

Di sudut sebelah kiri ruangan, hampir ke tengah, berjajar rapi rak-rak buku berwarna putih yang lebih tinggi, menampilkan buku-buku baru yang dijual di sana. Rak-rak buku itu berbentuk selayaknya rak pada umumnya. Sedangkan rak buku kecil --yang juga dijadikan sekat ruangan-- berbentuk unik. Ada yang melingkar-lingkar, ada yang berbentuk belah ketupat, ada pula yang seperti sarang lebah.

D

Aku menatap ke langit-langit kafe, sebuah penanda bertuliskan D menggantung di sana. Aku segera menghempaskan tasku ke kursi sofa panjang berwarna hijau muda. Salah satu waitress --yang mengikutiku sampai ke kursiku-- menyodorkan buku menu seraya mengeluarkan smartphonenya.

Wednesday, February 04, 2015

Sekilas Cerita

Sore hari, Bandung masih diguyur hujan. Aku hanya duduk termenung di kursi tunggu stasiun. Sesekali menatap smartphoneku yang kini sudah kehabisan daya. Baiklah, aku matikan dulu..

Tak ada yang bisa ku kerjakan selama menunggu beberapa jam di stasiun. Stasiun semakin penuh sesak oleh penumpang. Sesekali ku lihat penumpang yang berlari-lari memasuki kereta yang sudah hendak pergi.

Priiiiiit..

Peluit petugas stasiun berteriak nyaring, memberikan kode pada masinis untuk segera membawa ular besi ini pergi dari kandangnya.
Aku mengalihkan pandanganku kini dari rel ke ponsel lamaku. 721 pesan singkat tersimpan di inbox. Iseng, aku lihat detail pesan paling lama yang ada disana. Dikirim tanggal 11 Juni 2014.
Hapus semua gak ya.. pikirku.
Tapi kemudian hanya ku biarkan ia tersimpan di inbox. Nanti deh hapusnya..

Selamat Malam Bandung

Rasanya sudah lama aku tak bemain-main dengan khayalan. Membuat sebuah cerita khayal yang kadang tak jelas alurnya (Haha.. aku memang tak pandai membuat cerita). Entah sudah berapa banyak cerita khayal yang ku tulis saat SMA dalam buku tulis (tulis tangan bro..), tapi kini buku itu hilang entah kemana. 

(gambar hasil unduh) - (picture downloaded from google)

Oke, malam ini, aku di Bandung. Tidak, bukan menetap, hanya memenuhi "tugas negara" inilah yang membuatku "terdampar" disini. Titik-titik lembut hujan membasahi bandara ketika kami tiba sore tadi. Yup, aku tak sendirian kesini, ada dua orang teman menemani.

Suasana Bandung?

Masih padat seperti biasa. Obrolan-obrolan yang kebanyakan dengan bahasa Sunda mulai terdengar setelah kami keluar dari Bandara. Aku melihat ke ponselku yang masih memutarkan musik instrumen. Sudah ada 8 chat yang masuk ponsel, berebut minta dibaca. Aku memilah chat yang kira-kira tak perlu jawaban yang harus aku pikirkan terlebih dahulu.

Monday, February 02, 2015

Painem

Namanya Femi. Kawan pertamaku saat masuk S2. Dia satu tahun di atasku, tapi dengan tidak sopannya aku bilang "aku panggilnya Femi aja ya.." waktu pertama kali kenalan. Tapi dia-nya juga meng-iyakan kok.

Entah sejak kapan kami jadi semakin dekat dan sering sekali satu kelas (walau akhirnya kami beda ambil konsentrasi kuliah).

Lalu painem itu nama siapa Dy?

Itu panggilan kesayanganku untuknya. Yaaa.. gara-gara dia juga yang tetiba manggil aku paijem (entah dapat ide darimana dia itu..). 

Friday, January 23, 2015

Izinkan Aku Menangis

# Catatan 02 Cinta Hingga ke Syurga #

Suamiku, izinkan aku menangis

@nestrinadezda


Menikah denganmu adalah salah satu skenario kehidupan yang paling baik dari yang terbaik yang telah Allah goreskan untukku
Menjadi istrimu adalah salah satu gerbang utamaku untuk senantiasa menyadari betapa jauh diri ini dari kata baik sebagai seorang hamba
Memilikimu sebagai seorang imam dalam rumah tangga ini adalah nasehat terindah bagi jiwaku yang sangat membutuhkan bekal terbaik untuk kehidupan akhiratku kelak

Sungguh, keberadaanku sebagai pendampingmu kian hari rasanya kian membuatku tertampar dengan kenyataan bahwa hanya kekurangan demi kekurangan sajalah yang sering kulakukan padamu
Maka dengannya, tak jarang air mata ini mengalir. Menitik jatuh membasahi bumi. Meratap sedih akan khilaf diri nan menggunung

Tuesday, January 20, 2015

Indahnya Iman

"Sesungguhnya Allah adalah dzat yang maha indah dan mencintai keindahan".
(HR. Thabrani dan Al Hakim)

Pernahkah suatu ketika engkau merasa gundah dan bersedih. Pernahkah suatu ketika engkau putus asa karena tak tau bagaimana menyelesaikan masalahmu. Namun tanpa diduga Allah berikan petunjuk dengan cara-Nya yang indah.

Entah melalui ceramah yang kebetulan kau ikuti dan membahas tentang masalahmu.
Entah melalui artikel yang tanpa sengaja kau dapat dan membahas masalahmu.
Entah melalui kawan yang bercerita hal yang dapat menyelesaikan masalahmu.

Thursday, January 15, 2015

Hanyut dalam Rinai Hujan

Kali ini, kata itu datang dari seorang kakak nun jauh disana.

"kasih satu kata dulu..." ujarku

"menghanyutkan" jawabnya

"kenapa pilih kata itu?"

"gak tau sih, suka aja sama kata itu"


Katanya, terkadang ada makna yang tersembunyi yang tanpa kita sadari mampu menghanyutkan dan melebur menjadi emosi hati.

ah, cuma buat orang perasa aja Dy.. Sisi lainku berkata (jangan protes, aku lagi monolog ini.. haha..).

Tuesday, January 13, 2015

Berikan Aku Satu Kata

Mungkin kalimat itulah yang sering aku lontarkan pada semua kawanku ketika aku mulai buntu untuk menulis. Namun terkadang satu kata itulah yang memberi nafas hidup bagi blog ini (ceile...).

"Jika umurmu tak sepanjang umur dunia, sambunglah dengan tulisan"
(Pramoedya Ananta Toer)


Terkadang kawan bertanya: kok kamu gak bosan-bosan nulis di blog sih?
Aku harus jawab apa ya...

Karena hobi? bahkan sampai sekarang aja aku gak bisa memastikan apa hobiku sebenarnya.
Gak ada kerjaan? mungkinlah ya... (lirik setumpuk kerjaan dan tumpukan kertas thesis di pojokan)
Trus apa dong?

Roti Bakar

Gak, aku gak ingin buat posting tentang bagaimana membuat roti bakar. Tapi ini tentang kehidupan (ceile..).


"Sekarang ini, aku mengibaratkan hidup seperti roti bakar. Di bolak balik, pake mentega, pake coklat, begitu selesai, dinikmati.. lezat..ada asin manis pahit. Makannya bikin surprise, karena terkadang bagian tengah terlalu manis, pinggirnya terlalu asin, tepinya pahit"

Sebuah chat dari kawanku yang dikirim beberapa waktu lalu. Satu chat yang membuat jemariku tak sabar merangkai semua kata yang ada dikepala dan benakku.

Monday, January 12, 2015

Satu titik

"Noto Manah. Bukan tentang kau bisa dan sanggup menghancurkan segala hal. Tapi tentang menusukkan senjatamu pada satu titik mematikan. Satu titik saja"

Begitulah yang dituliskan oleh sahabatku dalam statusnya di salah satu media chat.

"noto manah apaan artinya sih Er?" tanyaku padanya

"menata hati atau jiwa mbak"

"hooo, ku kira tentang panahan.."

"iya, itu filosofi memanah. Peribahasanya 'manah iku noto manah' yang artinya memanah itu adalah menata hati dan jiwa"

Iya, memanah mengajarkan kita fokus pada tujuan, memanah mengajarkan kita tenang dalam mengejar tujuan. Tenang, tidak tergesa-gesa (karena bisa jadi ketergesaan ada campur tangan syaithan) namun tidak juga malas.

Menata hati?

Wednesday, January 07, 2015

Satu Tarikan Nafas

Pernahkah kau berpikir, kalau Allah menarik udara-Nya dari bumi kita? Menjadikan bumi kita ruang hampa selayaknya ruang angkasa (atau selayaknya hatiku? #halah, haha.. :D).
Kita tak akan sanggup bertahan. Atau bayangkanlah, organ tubuh kita yang bertugas menghirup udara-Nya tak berfungsi dengan baik? Sanggupkah kau bertahan kawan?


Betapa kasih sayang-Nya melebihi apapun. Sebagian makhluk merusak bumi kita yang seharusnya kita jaga. Sebagian makhluk memilih dunia daripada bercengkerama dengan-Nya dalam sujud panjang sholat.

Teguran

Ya Rabb,
Inikah teguran..
Teguran-Mu kali ini meremuk redamkan hati dan emosiku..

Kini aku tau apa yang Kau ingin aku pelajari..
Kini aku tau alasan dari sebuah pertemuan..
Kau ajarkan aku banyak hal..
Atas semua kesalahan yang selama ini tanpa ku sadari aku lakukan.
Kau ajarkan aku makna sebuah kata..

Ya Rabb, maafkan aku yang tak tau diri ini..
Yang selalu memohon dan memohon..
Tapi sungguh tak kuasa ku bendung sedih ini...

Sudut Hati

Kawan..coba kau tengoklah sudut hatimu..
Apa ia baik-baik saja?

Pastikan ia tak terluka karena ulahmu. Pastikan kau bertanya padanya ketika kau lakukan sesuatu.

Emang kenapa Dy? kan hanya sebuah hati..


Hanya sebuah hati, tapi hati itulah yang tanpa kau sadari mampu merajaimu.

Pesan Rindu

Namanya Enok, my partner in crime waktu SMA. Si jago bahasa inggris dan biologi ini memiliki sifat yang bertolak belakang denganku. Dia yang super galak, aku yang lemah lembut. Dia yang mudah berpikir logis, aku yang mudah terbawa perasaan. Tapi itulah yang membuat kami akrab. Walau sempat juga marahan dan membuat seluruh kawan sekelas bertanya "kalian kenapa sih?"

Tetiba dapat kabar ia menikah, rasanya campur aduk antara bahagia dan sedih (lagi gak jelas moodnya nih). Bahagia akhirnya ia temukan pangerannya, sedih karena aku tak dapat hadir dan melihatnya.

"Jar, insyaAllah enok nikah tanggal sekian, tapi belum enok release di FB, fajar bisa datangkah?" chatnya.

Lagi-lagi, mata ini berair menahan tangis. Hanya mampu menghela nafas.

"kok gak dari jauh hari fajar dikasih tau noqe?, kalau tanggal segitu pas fajar gak bisa datang" balasku

Tuesday, January 06, 2015

Sayap Yang Hilang


Satu kisah terjalin tak sengaja. Kisah yang tak ku inginkan 'kan berakhir seperti ini. Aku selalu tau pertemuan kan membuahkan perpisahan. Namun berkali-kali ku rasa, aku tak mampu membendung air mata. Duhai, tak bisakah kita tetap bersama kawan.

Rasa yang terlanjur ini telah merasuk ke dalam hingga tak sanggup tuk berpikir kau kan pergi meninggalkanku.
Ah, Tuhan, jika begini rasanya, aku tak ingin ada pertemuan. Ingin rasa aku mengatakan hal itu sekuat tenaga, namun aku menarik diri dari larutnya sedih, dan berkata..