Denting Piano


"Jar, lebih suka lagu berlirik atau instrumental?" Tanya sahabatku suatu ketika.

"Hmmm, instrumental sih.." Jawabku

"Iih, kok sama, Enok juga lebih suka musik instrumental, alat musik apa yang enak didengerin?"

"Kalau Fajar sih sukanya piano, kalau Enok?"

"Enok suka suara biola Jar, sampai sempat pengen les biola.. " jawabnya bersemangat.

Aku hanya tersenyum melihatnya begitu bersemangat. Sahabatku ini selalu punya antusias kalau berhubungan dengan belajar hal-hal baru. Tidak sepertiku yang mengalir apa adanya. Dia wanita yang visioner, bahkan untuk seumuran kami yang baru kelas 2 SMA.

"Tapi Jar, kenapa kok suka sama piano?" tanyanya tiba-tiba.

Aku diam, kenapa ya? Entahlah...

Rasa Yang Tak Tersampaikan



Ding

Suara lift yang aku tumpangi terbuka di depanku, aku dan teman-temanku yang sedang asyik mengobrol terdiam. Tepat di luar lift, ia berdiri, menunggu untuk masuk.

"Cieeeee" Sapa temanku yang dari dalam lift seraya keluar " bajunya kembaran nih warnanya sama Fanny" lanjutnya sambil menunjukku.

"Cieeee" dan seluruh temanku pun langsung berbarengan menggodaku dan dia.

"Double F nih, udah jadian aja sih"

Aku berusaha tidak salah tingkah, sedangkan ia bersama teman laki-laki yang lain, masih saja terus digoda.

Ya, dia Farrel, teman sekelasku kuliah. Baru beberapa bulan ini aku mulai dekat dengannya karena satu kelompok tugas kuliah.

Di antara teman laki-lakiku yang lain, dia yang paling muda, sedangkan di antara teman perempuanku yang lain, akulah yang paling muda. Sontak saja semua teman mulai menjodoh-jodohkan kami ketika kami mulai banyak berinteraksi untuk tugas kuliah.

Dan waktu siang, ketika makan siang bersama teman lain,

 "kamu punya baju warna apa lagi dek? Kita kembaran lagi aja" katanya ketika kami sedang berdua di meja.

Aku hanya tertawa sambil juga menahan debaran jantungku.

Hari demi hari, aku semakin dekat dengannya. Karena nama kami berdekatan di presensi, peluang kami satu kelompok sangat besar. Sepertinya aku mulai suka padanya. Dan aku merasa dia pun merasakan yang sama. Aaah, sudahlah aku gak mau geer.


Ndeso

download from Pinterest.com

Menghabiskan masa kecil di kota besar tidak membuatku seperti "anak kota". Dengan mall bertebaran dimana-mana dan teman-teman yang gahol abis tidak juga membuatku jadi "anak kota".

Keseharianku zaman dulu cuma sebatas, rumah - sekolah - rumah teman buat ngerjain PR - rumah - sekolah, gituuuuu terus. Belum lagi kalau ekskul yang aku ikuti lagi banyak-banyaknya lomba, kadang sampai nginap-nginap di sekolah. Sekalinya libur buat cuci sepatu baju dan istirahat baca komik.

Ke mall masa' gak pernah?

Halo 2019

from Pinterest.com

Yak, postingan yang telatnya pake banget, pemilik blognya lagi sok sibuk soalnya. :D
Semoga tahun ini bisa konsisten nulis blog ya, baik yang berfaedah ataupun un-faedah, haha.

Sudah buat resolusi 2019 kan?

Semoga resolusi kita bisa tercapai semua tahun ini, selalu diberikan kesehatan dan semakin menjadi pribadi yang lebih baik lagi dan bermanfaat bagi lingkungan sekitar.

S.E.M.A.N.G.A.T.!