Admire You

I just can see you from far
When you're look happy, I just relieve and happy for you
When you're look sad, I cannot do anything and just hope you can bear with it

It is your personality that makes me admire you
It is your integrity that makes me admire you
It is your shyness that you cannot even telling about your feeling
and make me curious until it became an admiration for you

You simply acting unbothered
yet you're the one that aware of your surroundings

You're like my piano, cold but have a nice sound and relaxing
You're cold, and look not that easy to get along
But in fact, you're the one who have so much soft spot for others,
and that makes me admire you more

I just wanna say,
Thank you for being you...


pic from here


--
Inspired because of the song
i listen to lately.
It has a relaxing melody with piano in it.
~For You by BTS~

Bengkulu, 23:21

Tears

It's not because i cannot accept it, no.
I know very clearly that the day will come eventually.

But, the fact that you leave me this fast,
still makes me hurt and sad.
I just need more time to used to it.
I try my best to hold back my tear.

Now, since I realize that I cannot see you even if I really miss you,
It makes another pain.

It's been a while not seeing you in person Dad,
And still, that day, I cannot make it to see you, hug you, and hold your hands
just for the last time.
It really hurts me, and i cannot help it and just crying.


Daddy, I love you so much.
You're always be in my memory and my heart. 
❤️❤️❤️

#200618  
(In attempt to ease my heart because of this lost. Everything so fast)

Rasa Yang Belum Selesai [Sebuah Rasa: Episode 2]


Sejak di taksi dari rumah menuju bandara, aku sangat tak sabar ingin segera tiba di Jogja. Aku sudah menuliskan apa-apa saja yang akan aku lakukan selama seminggu aku di Jogja.

Taksi yang aku tumpangi tiba di bandara. Aku segera berjalan menuju ruang check-in. Rasanya setiap aku melangkah, memori selama di Jogja berputar-putar di kepala. Aku terus memandangi tiketku, sambil sesekali tersenyum.

Setelah mendapatkan tiket, aku menuju ruang tunggu bandara. Disana sudah cukup banyak penumpang. Kursi-kursi sudah hampir penuh disana. Aku memilih menunggu di salah satu tempat minum sambil membuka laptopku untuk menulis blog.

Sekitar satu jam kemudian, pengumuman boarding untuk tujuan pesawatku disuarakan lewat pengeras suara. Aku segera berkemas dan menuju antrian menuju pesawat.

"Kak, ini tujuan Jogja?" Wanita paruh baya menyapaku.

"Iya bu" Jawabku tersenyum.

Si Ibu segera membalikkan badan dan berbicara dengan rombongannya, dua bapak paruh baya, satu anak perempuan, dan satu pria yang masih muda. Aku terpaku sebentar menatap pria itu. Wajahnya mirip sekali dengan seseorang. Aku kembali mengamati dengan seksama, pria itu mengubah posisi berdirinya hingga aku bisa melihat dengan jelas wajahnya. Aku menghela nafas, syukurlah pria itu bukanlah dia.

Aku menunduk, memandangi tiketku, memandangi tulisan JOG disana. Memori bersama orang itu kembali berputar di kepalaku. Sesak memenuhi dada, apa kabarnya dia ya?


***

Like The Stars

Selalu ku bingung..
dalam gundah hati ini..
dalam sedih yang tak tau harus bagaimana..
titik air disudut mata, selalu memaksa keluar..

Dalam dingin..
Di gelapnya malam..
Ku tatap langit mendung..
Mencari satu bintang..
Berharap kan temaniku disini..

Ya, layaknya bintang,
yang selalu memperindah gelapnya malam dengan sinarnya..
Layaknya bintang,
yang selalu dijadikan acuan dikala tersesat..
Layaknya bintang,
yang tak pernah marah pada mendung yang menutupi sinarnya..

Dan hadirmu..
selayaknya bintang yang tersenyum malu disanding sang rembulan..


Yogyakarta, 5 desember 2012 01.25 am

Semua Tentangmu

Tentangmu yang tak pernah ku duga,
Tentangmu yang membuat riuh hatiku,
Tentangmu yang selalu tersenyum penuh makna,
Dan tentangmu yang berdiri di sudut ruang itu,

Aku tau, kau merasakan yang sama,
Dan aku tau, kau tau perasaanku,
Hati kita terpaut,
Namun ego memisahkan kita.

Semua tentangmu akan tetap jadi kenangan,
kenangan indah yang tak terlupa.
Senang mengenalmu,
Tak ada sesal pernah bertemu denganmu.

Photo by Saad Chaudhry on Unsplash




Oh, laptop biruku,
yang ku beli 11 tahun lalu,
yang karena warnanya, aku jatuh hati,
yang menemani perjuangan menyelesaikan studi S1 dan S2,
kapan pulang dari service-an. (T~T)

Bengkulu, 5 Mar 2020, 23:30

Masihkah Kau Menjadi Bintangku


Rindu itu masih sama,
masih sama seperti saat kau tinggalkan dulu.
Tak pernah ada yang berubah.

Jalanan itu,
Lampu-lampu di tempat-tempat yang pernah kita singgahi,
Kursi itu,
Dan jam itu,

Detiknya terus berjalan,
Menapaki seluruh rinduku yang tak pernah lekang.
Seolah membantuku menyimpannya di setiap masa,
Hingga aku akan menemukan rindu yang sama di setiap memori.

Langit malam ini terhias syahdu,
Dengan bintangnya yang berpendar lembut.
Teringat ketika kau ucap jika kau adalah bintang yang selalu melihatku,
Kau adalah bintang yang akan berusaha menyinariku,
Namun kini, masihkah kau menjadi bintangku?



Kangen kuliaaah,
ngerjain tugas di cafe sampai malam.. :(

pic download from here

Bengkulu, 22:57 WIB

Mengingatmu



Tak pernah terpikirkan,
aku akan bersua dengannya.
Tak pernah ku duga,
aku akan sedekat ini dengannya.

Seorang yang ku anggap tak kan pernah ada,
Seorang yang ku anggap tak kan pernah bisa mewarnai hatiku,
Kini, ia di dekatku, di depanku.
Tersenyum menyapa sesiapa yang ia jumpa.

Aku sedekat ini dengannya,
namun rasanya masih jauh ku gapai.

Aku tak mampu berlari mendekat meraihmu,
namun aku pun tak sanggup untuk pergi menjauh darimu.
Aku tak mampu berusaha memiliki senyummu,
namun aku pun tak mau jika harus kehilangan bayangmu.

Aku terjebak dengan rasaku sendiri.
Tak mampu pergi kemanapun.