Thursday, November 30, 2017

Gadis Itu

Aku melonggarkan sedikit kancing kemejaku bagian atas sambil berjalan keluar ruang ujian. Memang, saat itu kampus sedang mengadakan ujian akhir semester. Kepalaku sedikit pusing mengerjakan soal-soal itu. Di luar ruang ujian, teman-temanku yang lain sudah asyik membahas soal ujian tadi. Fiuh, sungguh membosankan.

Entah kenapa mataku tertuju ke ruang tempat gadis itu ujian. Aku tinggalkan teman-temanku yang masih asyik mengobrol dan menghampiri pintu ruang ujian itu. Aku melihat sedikit ke dalam ruang ujian. Gadis itu sedang memasukkan alat-alat tulisnya ke dalam tas, dan bersiap keluar ruangan. 

Entah apa yang menginspirasiku, sehingga aku hanya membiarkan diriku tetap di depan pintu, hanya supaya saat gadis itu membuka pintu, sudah ada aku di depannya.

Sok romantis? Hm..entahlah, aku hanya ingin melakukan ini, yang belum tentu bisa ku lakukan di lain waktu. Tapi kau bisa bilang kalau aku ini adalah secret admirer gadis itu

Aku menghitung mundur detik-detik gadis itu membuka pintu.

5….4….3….2….1….

Cerita Malam Ini

Pukul 21.52, aku masih aja di depan laptop, di bandara Jogja, menanti dipanggil untuk boarding. Pesawat yang akan membawaku delay 2 JAM, yang harusnya diterbangkan pada pukul 19.20 jadi terbang pukul 21.50. Tapi sampai sekarang pun, belum ada tanda-tanda panggilan boarding.

Entah sejak kapan, setiap kali mau ada penerbangan, pagi harinya ketika mau bersiap ke bandara, selalu ada perasaan gak nyaman. Dagdigdug sendiri, yang rasanya malah pengen gak berangkat aja. Sampai-sampai selama perjalanan selalu narik nafas dalam-dalam untuk menenangkan. Kenapa ya?

Aku duduk di salah satu lounge saat ini, dekat dengan jendela besar yang menghadap ke landasan pacu. Setiap kali ada pesawat yang landing, berharap itu adalah pesawat yang akan membawaku ke Jakarta. Sudah ada beberapa pesawat, tapi pesawatku belum juga muncul.

Aku sudah lelah. Pengen segera sampai hotel dan tidur. Tapi sepertinya aku masih harus menunggu beberapa saat lagi. Fiuuh

Sampai bandara Soekarno hatta pukul 00.30. Aku bergegas menuju antrian taksi, dan tanpa diduga, antriannya panjang banget.

Tuesday, November 28, 2017

Ruang Rindu

source: google

Kau tau apa itu Rindu?
Ia adalah sebuah ingin yang 'nyata'nya selalu dinanti
Sebuah harap yang tak ingin menjadi sekedar angan

Ia lahir dari sebuah kebaikan yang kita rasa
Kebaikan yang menyisipkan cinta di sudut hati
Kebaikan yang membuat candu hingga ingin kita rasakan lagi

Monday, November 20, 2017

Rainy Day Gloomy Mood

What a perfect combination right?

Ya~, gak gloomy banget sih, tapi cukuplah bikin satu hari ini gak produktif sama sekali.
Gak produktif! #tepuk kening

Hujan sejak subuh tadi. Dan jujur saja, aku baru tidur 1 jam menjelang adzan subuh. Padahal sudah masuk kamar dan matikan lampu sejak jam 10-an. Gak bisa tidur dan malah mainan ponsel. What's wrong with me?

Selepas subuh pun, aku kembali masuk dalam selimut, rasanya nggliyeng mau langsung aktifitas (mohon jangan ditiru ya saudara-saudara) plus dingin juga disini. aku hanya menatap langit-langit kamar, sesekali mengecek ponsel dan kemudian terpejam.

Matahari beranjak naik, aku masih mendengar suara hujan di luar. Mendung syahdu gimanaaa gitu suasananya, mendukung banget buat malas-malasan. And ya~ aku kembali menarik selimutku. Aku jadi perang batin begini. Yes, ini hari ahad, waktunya bersih-bersih rumah 2 lantai ini s.e.n.d.i.r.i.a.n, tapi di sisi lain rasanya masih mau dalam selimut aja.

Wake up dy, lets do some chores. this house needs your touch.

Friday, November 17, 2017

Bolang di Negeri Orang [Prolog]

Berawal hanya dari obrolan iseng dengan seorang teman, akhirnya malah jadi juga.

***

Pukul 19 malam di bulan Juni 2016 yang cerah tak ada mendung. Aku dan temanku (Sal) janjian makan malam di sebuah rumah makan dekat Fakultas Teknik UNY. Kami lagi pengen makan ramen saat itu. Kami ngobrol ngalor ngidul ngetan ngulon pokoknya, entah apa saja yang kami bahas malam itu. Sampai akhirnya pembahasan tentang perjalanan dinas kami masing-masing.

"mbak mau dinas kemana lagi?" Tanyanya ketika melihatku mencari-cari tiket pesawat melalui ponselku.

"ke Jakarta lagi dek, kamu gak ada dinas ke Jakarta?"

"minggu lalu ke Jakartanya, pekan depan mau ke Lampung"

"kapan kita ketemu di pesawat ya dek.." ujarku

"kita jalan-jalan aja yuk mbak"

"ke Malaysia yuk, kemarin temenku cerita dapat tiket murah ke Malaysia naik Air A***"

Friday, October 27, 2017

Karena Bersamamu Adalah Candu


Entah sejak kapan,
aku terbiasa dengan adanya dirimu.
Segala obrolan pun candaan,
menjadi kegiatan yang selalu ku rindu.

Ketika kau tak ada,
aku kan mencarimu.
Ada rindu yang tak mampu aku ucap.
Ada ingin yang tak mampu aku khayalkan.

Skeptis

Iya, aku adalah tipe orang yang skeptis dengan yang namanya hubungan pertemanan (dengan wanita). Sejak dulu.

Mungkin karena sejak kecil aku tak pernah memiliki teman dekat wanita. Teman sebayaku kala itu kebanyakan (bahkan hampir semua) cowok. Segala permainan anak laki-laki itulah yang diajarkan padaku. Dan mungkin karena itulah, aku hanya belajar menyelesaikan konflik pertemanan dengan anak laki-laki (yang gak jauh-jauh menyelesaikannya dengan berantem atau mukul dia, yang berujung malah aku yang nangis), tapi besoknya ya main kaya biasanya, dan yang berkonflik denganku pun juga biasa lagi.

Hidup pertemananku aman damai sentosa, pun aku punya teman wanita di sekolah, konflikku dengan mereka hampir tak pernah ada (yang ada malah mereka diganggu yang cowok-cowok). Hingga akhirnya aku kelas 5 SD, dan murid pindahan itu datang ke sekolahku, merubah segalanya.

***