Wednesday, October 03, 2018

"Mau Kemana?"

Tanpa kita sadari pertanyaan basa basi seperti ini bisa menyakiti orang lain lho.

Kenapa?

Karena terkadang seseorang tidak ingin diketahui kemana ia akan pergi ataupun dari mana ia.

Karena kita bangsa timur, yang terkenal dengan keramah-tamahannya, terkadang pertanyaan ini seperti secara refleks saja keluar ketika orang yang kita kenal terlihat akan bepergian. Ya, walaupun kita tidak bermaksud untuk kepo kemana ia pergi.

Bayangkan ketika kita lontarkan pertanyaan tersebut pada orang yang tidak ingin diketahui kemana ia pergi. Orang tersebut akan bingung dan mungkin saja berujung kesal, antara tidak ingin memberitahukan tempat yang dituju tapi juga tidak ingin berbohong. Ujung-ujungnya orang tersebut harus berpikir untuk menjawab "secara diplomatis" (bahasanya Dyyy.... gapapalah ya.. :p ).

Terus gimana dong, biar kita tetap ramah menyapa?

Ganti aja pertanyaannya menjadi: mau pergi ya? hati-hati di jalan ya, semoga harinya menyenangkan

Dengan begitu kan orang yang kita sapa tak perlu memberitahukan apapun, cukup menjawab "iya, terima kasih".

Indahnya berbuat baik ke sesama ya.



Manado
21:35 WITA

Friday, August 10, 2018

Kakak Seperguruan

Aku mau cerita tentang kakak seperguruanku ini. Yah, anggaplah dia kakak seperguruan ya. Orangnya super duper cuek, dingin, kadang ngeselin juga. Tapi orangnya baik banget, hobi berbagi. Dulu, waktu aku masih S1, dan lagi booming mainan rubik, dialah yang ngajarin aku main rubik.

"nih.." katanya sambil menyodorkan rubik ke arahku, TANPA basa basi.

"apa nih? aku gak bisa mainnya kak" kataku sambil membolak balik rubik

"ya diajarin caranya.." katanya

ya bilang dong kalau mau ngajarin, jangan tau-tau ngasih rubiknya. Kataku dalam hati.

Iya, si Kakak ini paling gak bisa mengungkapkan keinginan dan gak bisa basa basi juga. Mungkin itulah kenapa si Kakak banyak fansnya ya.

Kami satu organisasi, kadang-kadang janjian makan bareng dengan anggota lainnya. Dan setiap sesi makan bareng itu, selalu menjadi sesi pengenalan game baru di tablet miliknya kepadaku. Ya ampun Kak, install berapa banyak game sih?

Satu hal kebiasaan dia kalau lagi chat atau ngobrol langsung denganku, jarang mengucapkan kata "aku" dan tidak pernah memanggil namaku. Sampai sekarang aku gak pernah tau dia memanggilku dengan apa, entah Dyah, entah Fajar, entah Saga, 3 panggilan itu yang dikenal teman-teman kampusku.

Rindu Jogja Pagi

Aku rindu datangnya pagi..
Pagi di kota itu..
Kota dimana tertulis banyak cerita..
Cerita indah yang takkan pernah pudar..

Aku rindu jogja di kala pagi..
Membawa sepeda motorku menembus dinginnya udara..
Meniti jalanan jogja nan teduh..
Dan sapa ramah para penduduk..


---

Wednesday, August 01, 2018

Sebuah Permulaan

Aku berlari memasuki gedung dimana tempat acara expo dilaksanakan. Aku melirik jam di tanganku, sudah pukul 12.31 siang, terlambat hampir satu jam lebih.

Sudah banyak orang di gedung itu. Ya, kampus kami mengadakan expo, dan kebetulan aku salah satu panitianya. Aku bergegas menuju pintu gedung, beberapa rekan menyapa, mengajakku makan siang yang memang sudah disediakan.

Dan disanalah, ketika aku membuka pintu gedung, tatapan lembut itu menyapaku. Ia tersenyum ke arahku dengan tatapan lembutnya. Entah mengapa aku malah grogi. Aku belum pernah melihat tatapannya yang seperti itu. Ah, aku aja yang GR mungkin.



Thursday, July 19, 2018

Welcome To The World, My Baby Girl

download from: https://www.dreamstime.com/

Rabu, 18 Juli 2018, pukul 22.59, kamu lahir nak. Penantian panjang kami akhirnya hadir ke dunia.

Welcome to the world, Nameera Zukhrufa Arliando, semoga menjadi anak yang Sholihah, menjadi muslimah yang selalu menebar manfaat untuk orang dan lingkungan sekitar, menjadi muslimah yang berguna bagi agama dan bangsa.

We love you Nak..

Wednesday, May 16, 2018

Kangen

Cuma kangen, itu saja.
Hujan malam ini serasa membawa sejuta memori.

***

Memori yang mana nih Dy?
😝

Wednesday, February 07, 2018

Karena Hati Ini Yang Memilih

"Mbaaak.. aku cemburuu.. " katanya sambil menenggelamkan kepalanya di antara kedua tangannya.

"cemburu kenapa?"

Dia diam.

"oooh, iya, aku lihat orang itu asyik diskusi ini itu dengan salah satu teman kita kan?"

"Iyaaaa, mbaaak.." katanya yang kini mulai mengangkat kepalanya lagi.

"hahaha.."

"Tapi kenapa aku harus cemburu ya? kan aku bukan siapa-siapanya dia.. Dia kan punya hak mau ngobrol sama siapa aja.. Tapi kenapa aku gak relaa.. Aaarggh.."