Ndeso

download from Pinterest.com

Menghabiskan masa kecil di kota besar tidak membuatku seperti "anak kota". Dengan mall bertebaran dimana-mana dan teman-teman yang gahol abis tidak juga membuatku jadi "anak kota".

Keseharianku zaman dulu cuma sebatas, rumah - sekolah - rumah teman buat ngerjain PR - rumah - sekolah, gituuuuu terus. Belum lagi kalau ekskul yang aku ikuti lagi banyak-banyaknya lomba, kadang sampai nginap-nginap di sekolah. Sekalinya libur buat cuci sepatu baju dan istirahat baca komik.

Ke mall masa' gak pernah?

Halo 2019

from Pinterest.com

Yak, postingan yang telatnya pake banget, pemilik blognya lagi sok sibuk soalnya. :D
Semoga tahun ini bisa konsisten nulis blog ya, baik yang berfaedah ataupun un-faedah, haha.

Sudah buat resolusi 2019 kan?

Semoga resolusi kita bisa tercapai semua tahun ini, selalu diberikan kesehatan dan semakin menjadi pribadi yang lebih baik lagi dan bermanfaat bagi lingkungan sekitar.

S.E.M.A.N.G.A.T.!

GIT Invalid Active Developer Path on Mac

Ini kejadian waktu aku mau submit kerjaan ke repositori. Ketika menjalankan perintah git status muncul error:

missing xcrun at /library/developer/commandlinetools/usr/bin/xcrun


Padahal sebelumnya berjalan normal sebelum aku upgrade OS dari Sierra ke Mojave. Ternyata diminta instal ulang command line toolsnya. Tinggal jalankan perintah xcode-select --install untuk melakukan instalasi kemudian ikuti perintah selanjutnya, seperti gambar di bawah ini:

Mau Kemana?

Tanpa kita sadari pertanyaan basa basi seperti ini bisa menyakiti orang lain lho.

Kenapa?

Karena terkadang seseorang tidak ingin diketahui kemana ia akan pergi ataupun dari mana ia.

Karena kita bangsa timur, yang terkenal dengan keramah-tamahannya, terkadang pertanyaan ini seperti secara refleks saja keluar ketika orang yang kita kenal terlihat akan bepergian. Ya, walaupun kita tidak bermaksud untuk kepo kemana ia pergi.

Bayangkan ketika kita lontarkan pertanyaan tersebut pada orang yang tidak ingin diketahui kemana ia pergi. Orang tersebut akan bingung dan mungkin saja berujung kesal, antara tidak ingin memberitahukan tempat yang dituju tapi juga tidak ingin berbohong. Ujung-ujungnya orang tersebut harus berpikir untuk menjawab "secara diplomatis" (bahasanya Dyyy.... gapapalah ya.. :p ).

Terus gimana dong, biar kita tetap ramah menyapa?

Ganti aja pertanyaannya menjadi: mau pergi ya? hati-hati di jalan ya, semoga harinya menyenangkan

Dengan begitu kan orang yang kita sapa tak perlu memberitahukan apapun, cukup menjawab "iya, terima kasih".

Indahnya berbuat baik ke sesama ya.



Manado
21:35 WITA

Kakak Seperguruan

Aku mau cerita tentang kakak seperguruanku ini. Yah, anggaplah dia kakak seperguruan ya. Orangnya super duper cuek, dingin, kadang ngeselin juga. Tapi orangnya baik banget, hobi berbagi. Dulu, waktu aku masih S1, dan lagi booming mainan rubik, dialah yang ngajarin aku main rubik.

"nih.." katanya sambil menyodorkan rubik ke arahku, TANPA basa basi.

"apa nih? aku gak bisa mainnya kak" kataku sambil membolak balik rubik

"ya diajarin caranya.." katanya

ya bilang dong kalau mau ngajarin, jangan tau-tau ngasih rubiknya. Kataku dalam hati.

Iya, si Kakak ini paling gak bisa mengungkapkan keinginan dan gak bisa basa basi juga. Mungkin itulah kenapa si Kakak banyak fansnya ya.

Kami satu organisasi, kadang-kadang janjian makan bareng dengan anggota lainnya. Dan setiap sesi makan bareng itu, selalu menjadi sesi pengenalan game baru di tablet miliknya kepadaku. Ya ampun Kak, install berapa banyak game sih?

Satu hal kebiasaan dia kalau lagi chat atau ngobrol langsung denganku, jarang mengucapkan kata "aku" dan tidak pernah memanggil namaku. Sampai sekarang aku gak pernah tau dia memanggilku dengan apa, entah Dyah, entah Fajar, entah Saga, 3 panggilan itu yang dikenal teman-teman kampusku.

Rindu Jogja Pagi

Aku rindu datangnya pagi..
Pagi di kota itu..
Kota dimana tertulis banyak cerita..
Cerita indah yang takkan pernah pudar..

Aku rindu jogja di kala pagi..
Membawa sepeda motorku menembus dinginnya udara..
Meniti jalanan jogja nan teduh..
Dan sapa ramah para penduduk..


---

Sebuah Permulaan

Aku berlari memasuki gedung dimana tempat acara expo dilaksanakan. Aku melirik jam di tanganku, sudah pukul 12.31 siang, terlambat hampir satu jam lebih.

Sudah banyak orang di gedung itu. Ya, kampus kami mengadakan expo, dan kebetulan aku salah satu panitianya. Aku bergegas menuju pintu gedung, beberapa rekan menyapa, mengajakku makan siang yang memang sudah disediakan.

Dan disanalah, ketika aku membuka pintu gedung, tatapan lembut itu menyapaku. Ia tersenyum ke arahku dengan tatapan lembutnya. Entah mengapa aku malah grogi. Aku belum pernah melihat tatapannya yang seperti itu. Ah, aku aja yang GR mungkin.