Tuesday, October 28, 2014

Tersadar Lamunan

Saat kau tidak bisa lagi melihatku,
Bukan berarti aku telah meninggalkanmu,
Aku hanya tak hadir di dalam nyatamu,
karena aku telah tinggal di bagian terindah dari dirimu


Yup, kalimat itu aku ambil dari salah satu notes temanku Anik Richie S di salah satu akun social medianya. Aku jadi dapat ide yang menggerakkan jemari ini untuk mengetik. Sebenarnya dan sesungguhnya (#halah) aku gak tau harus memulainya dari mana, tapi izinkanlah segala kata yang terlintas di pikiran menjadi cerita berantakan di blog ini, gak apa-apa ya.. :))


Ini satu kisah,
kisah tak terduga..
bukan ingin hati, namun itu begitu saja terjadi..

Sunday, October 12, 2014

The One and Only

Katanya, cinta itu adalah perasaan untuk siap kehilangannya.
Oow, iyakah?

Jika aku adalah kemarau, maka ia adalah hujan yang ku nanti..
Jika aku adalah pohon, maka ia adalah langit yang ku rindu..
Jika aku adalah malam, maka ia adalah bulan yang ku cari..


"Dek, cinta serumit inikah?" curhat sohibku suatu ketika

Aku tak tau..
Tapi coba lihatlah Sayyidina Ali, ia pendam cintanya sekian lama hingga akhirnya menikahi Fatimah. Tak satupun yang tau rasa yang terpendam dalam hati mereka.

Bersama Angin


"Ada saatnya dalam hidupmu, engkau ingin sendiri saja bersama angin. Menceritakan seluruh rahasia lalu meneteskan air mata"
(Bung Karno, 1933)


Tempat yang paling aku sukai dari dulu adalah loteng. Karena loteng membiarkanku bersama angin yang membelai lembut juntaian jilbabku #ceile. Karena loteng membiarkanku sendiri bersama angin, tuk sejenak pejamkan mata menikmati buaiannya.


Thursday, October 09, 2014

Dee...


Satu panggilan baru lagi untukku. Setelah sekian banyaknya nama panggilan, mulai yang diambil dari nama asli, sampai ke nama yang aneh-aneh, seperti: boneka, nyonyoi, neko chan, ling-ling, momo.

Dan kini, Dee. Panggilan ini dibuat oleh murobbi-ku. Kalau kawan lainnya biasa memanggil "Dy" dalam setiap pesan yang tertulis. Kalau murobbi-ku, dia akan menuliskan "Dee". Seperti malam ini:

Tuesday, October 07, 2014

Dont Say Good Bye

Jemari ini kembali menari-nari di atas tuts hitam laptop biru kesayanganku yang sudah sejak 5 tahun menemani (sampai bosan, ga rusak2, cuma baterai aja yang udah gak layak). Gak tau nih, jadi kebawa mellow sama lagu instrumen pengantar tidur, malah jadi dapat ide posting #ceile :D.


"Eh, " sapanya dari seberang telepon "kamu gemukan ya?" tanyanya

"kok tau? lihat aku dimana kak?"

"di kampus"

"kampus? kapan?"

"udah agak lama.."

"kok ga nyapa?"

"lihat kamu datang (lewat lift), aku turun lewat tangga" jawabnya sambil tertawa.

"kok gitu?" protesku, dia hanya tertawa.