Rasa Yang Belum Selesai [Sebuah Rasa: Episode 2]


Sejak di taksi dari rumah menuju bandara, aku sangat tak sabar ingin segera tiba di Jogja. Aku sudah menuliskan apa-apa saja yang akan aku lakukan selama seminggu aku di Jogja.

Taksi yang aku tumpangi tiba di bandara. Aku segera berjalan menuju ruang check-in. Rasanya setiap aku melangkah, memori selama di Jogja berputar-putar di kepala. Aku terus memandangi tiketku, sambil sesekali tersenyum.

Setelah mendapatkan tiket, aku menuju ruang tunggu bandara. Disana sudah cukup banyak penumpang. Kursi-kursi sudah hampir penuh disana. Aku memilih menunggu di salah satu tempat minum sambil membuka laptopku untuk menulis blog.

Sekitar satu jam kemudian, pengumuman boarding untuk tujuan pesawatku disuarakan lewat pengeras suara. Aku segera berkemas dan menuju antrian menuju pesawat.

"Kak, ini tujuan Jogja?" Wanita paruh baya menyapaku.

"Iya bu" Jawabku tersenyum.

Si Ibu segera membalikkan badan dan berbicara dengan rombongannya, dua bapak paruh baya, satu anak perempuan, dan satu pria yang masih muda. Aku terpaku sebentar menatap pria itu. Wajahnya mirip sekali dengan seseorang. Aku kembali mengamati dengan seksama, pria itu mengubah posisi berdirinya hingga aku bisa melihat dengan jelas wajahnya. Aku menghela nafas, syukurlah pria itu bukanlah dia.

Aku menunduk, memandangi tiketku, memandangi tulisan JOG disana. Memori bersama orang itu kembali berputar di kepalaku. Sesak memenuhi dada, apa kabarnya dia ya?


***