Kriteria Seorang Muadzin

Ini postingan dadakan, karena ketidaknyamananku yang sering kali mendengar adzan (atau takbir malam ini, karena besok idul adha) gak indah di telinga.
aarrgghh... \(" )/ #acak-acak-jilbab (dirapikan lagi kok, hehe)

Ya, kadang ada adzan yang tidak dilafalkan dengan baik, kadang ada pula adzan yang tidak dilantunkan dengan merdu (hampir sebagian besar sepertinya). Dan yang parah, aku pernah dengar muadzinnya melantunkan adzannya dengan keras, ya hanya dengan keras tidak diajak merdunya (mendengarnya serasa kaya diteriakin maling, #sedih). Dan kesemuanya membuat telingaku gatal mendengarnya (#cuma bisa menghela nafas.

Rasulullah memang menganjurkan muadzin bersuara lantang, agar semua makhluk mendengar adzannya, tapi memilih muadzin itu lebih diutamakan yg bersuara merdu, itulah alasan Rasulullah Salallahu 'alaihi wasallam memilih Bilal. Jadi kenapa kita tidak memilih muadzin yang bersuara merdu untuk mengumandangkan adzan di masjid kita?

Berikut ini adalah kriteria muadzin yang ku dapat dari artikel yang kucari malam ini:

1.      Muslim
Disyaratkan bahwa seorang muadzin haruslah seorang muslim. Tidak sah adzan dari seorang yang kafir.

2.      Ikhlas hanya mengharap wajah Allah
Sepatutnya seorang muadzin melakukan adzan dengan niat ikhlas mengaharap wajah Allah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda : “Tetapkanlah seorang muadzin yang tidak mengambil upah dari adzannya itu.”

3.      Adil dan amanah
Yaitu hendaklah muadzin adil dan amanah dalam waktu-waktu shalat.

4.      Memiliki suara yang bagus
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda kepada sahabat Abdullah bin Zaid: “pergilah dan ajarkanlah apa yang kamu lihat (dalam mimpi) kepada Bilal, sebab ia memiliki suara yang lebih bagus dari pada suaramu

5.      Mengetahui kapan waktu solat masuk
Hendaknya seorang muadzin mengetahui kapan waktu solat masuk sehingga ia bisa mengumandangkan adzan tepat pada awal waktu dan terhindar dari kesalahan.


source:
http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/tata-cara-adzan-dan-iqomah.html
http://fadhlihsan.wordpress.com/2010/04/06/kriteria-seorang-muadzin/

Komentar