Pesan Rindu

Namanya Enok, my partner in crime waktu SMA. Si jago bahasa inggris dan biologi ini memiliki sifat yang bertolak belakang denganku. Dia yang super galak, aku yang lemah lembut. Dia yang mudah berpikir logis, aku yang mudah terbawa perasaan. Tapi itulah yang membuat kami akrab. Walau sempat juga marahan dan membuat seluruh kawan sekelas bertanya "kalian kenapa sih?"

Tetiba dapat kabar ia menikah, rasanya campur aduk antara bahagia dan sedih (lagi gak jelas moodnya nih). Bahagia akhirnya ia temukan pangerannya, sedih karena aku tak dapat hadir dan melihatnya.

"Jar, insyaAllah enok nikah tanggal sekian, tapi belum enok release di FB, fajar bisa datangkah?" chatnya.

Lagi-lagi, mata ini berair menahan tangis. Hanya mampu menghela nafas.

"kok gak dari jauh hari fajar dikasih tau noqe?, kalau tanggal segitu pas fajar gak bisa datang" balasku


Ia ceritakan semua alasannya. Aku hanya mampu menghela nafas, kesal karena aku gak bisa datang melihatnya.


Ya Robbi, aku rindu..
aku rindu ia..
Izinkanlah aku bertemu dengannya,
sebelum jarak memisahkan kami..
sebelum segala aktifitas memisahkan kami..
sebelum waktu memisahkan kami..
Kau pertemukan kami..
Kau tautkan hati kami..
Kau pula yang memisahkan kami dalam studi..

Ya Robbi, sampaikan rinduku ini padanya..
aku tak mampu, tak mampu sampaikan..
Ya Robbi, Kau pemilik hati manusia..
Selipkanlah pesan rindu ini untuknya,,
Katakan bahwa aku sungguh bersyukur bertemu dengannya..

Ya Robbi, aku hanya mampu memohon dan memohon..
baikkanlah aku dan saudara saudariku,,
bantu kami berada dalam jalanmu Ya Rabb,,
Hingga kami mampu bertemu lagi di Surga-Mu..

Ya Robb, maafkan aku...
aku hanya belum mampu tuk rasakan kehilangan....



Manado, 00.50 WITA

Komentar