Wednesday, August 01, 2018

Sebuah Permulaan

Aku berlari memasuki gedung dimana tempat acara expo dilaksanakan. Aku melirik jam di tanganku, sudah pukul 12.31 siang, terlambat hampir satu jam lebih.

Sudah banyak orang di gedung itu. Ya, kampus kami mengadakan expo, dan kebetulan aku salah satu panitianya. Aku bergegas menuju pintu gedung, beberapa rekan menyapa, mengajakku makan siang yang memang sudah disediakan.

Dan disanalah, ketika aku membuka pintu gedung, tatapan lembut itu menyapaku. Ia tersenyum ke arahku dengan tatapan lembutnya. Entah mengapa aku malah grogi. Aku belum pernah melihat tatapannya yang seperti itu. Ah, aku aja yang GR mungkin.



Ia duduk dilantai bersama beberapa rekan lain, entah sedang membicarakan apa. Ya, dia adalah ketua panitia kami. Aku menghampirinya dan duduk nimbrung dengan rekan lainnya.

"Makan siang dulu, sudah belum?" tanyanya padaku

"Belum.. nanti aja Kak.." kataku

"Aku suapin sini.." katanya bercanda, walau entah mengapa dalam hati aku berharap itu bukan candaan.

Aku menanggapinya dengan tertawa. Dan tepat ketika itu, teman panitia lain menghampiriku.

"Mbaak, udah makan belum?" sapanya padaku, seraya ikut duduk di lantai. Ia sudah membawa sepiring nasi.

"Nanti aja, kalau udah sepi La.." Kataku pada Lala.

"Maem bareng aku aja kalau gitu, sini ku suapin.." Katanya sambil menyodorkan sesuap nasi ke arahku.

Sambil makan bareng dengan Lala, kami terlibat obrolan dengan rekan-rekan lain yang juga sedang duduk bersama di lantai itu. Beberapa kali aku harus memalingkan wajahku darinya, tatapan lembutnya ke arahku membuatku salah tingkah. Kak Rei, jangan menatap seperti itu ke arahku.

Aku tak pernah tahu, itulah awal perasaan itu tumbuh. Tatapan lembutnya telah menyisipkan satu rasa di hatiku.

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah membaca....^^