Friday, August 10, 2018

Kakak Seperguruan

Aku mau cerita tentang kakak seperguruanku ini. Yah, anggaplah dia kakak seperguruan ya. Orangnya super duper cuek, dingin, kadang ngeselin juga. Tapi orangnya baik banget, hobi berbagi. Dulu, waktu aku masih S1, dan lagi booming mainan rubik, dialah yang ngajarin aku main rubik.

"nih.." katanya sambil menyodorkan rubik ke arahku, TANPA basa basi.

"apa nih? aku gak bisa mainnya kak" kataku sambil membolak balik rubik

"ya diajarin caranya.." katanya

ya bilang dong kalau mau ngajarin, jangan tau-tau ngasih rubiknya. Kataku dalam hati.

Iya, si Kakak ini paling gak bisa mengungkapkan keinginan dan gak bisa basa basi juga. Mungkin itulah kenapa si Kakak banyak fansnya ya.

Kami satu organisasi, kadang-kadang janjian makan bareng dengan anggota lainnya. Dan setiap sesi makan bareng itu, selalu menjadi sesi pengenalan game baru di tablet miliknya kepadaku. Ya ampun Kak, install berapa banyak game sih?

Satu hal kebiasaan dia kalau lagi chat atau ngobrol langsung denganku, jarang mengucapkan kata "aku" dan tidak pernah memanggil namaku. Sampai sekarang aku gak pernah tau dia memanggilku dengan apa, entah Dyah, entah Fajar, entah Saga, 3 panggilan itu yang dikenal teman-teman kampusku.

Rindu Jogja Pagi

Aku rindu datangnya pagi..
Pagi di kota itu..
Kota dimana tertulis banyak cerita..
Cerita indah yang takkan pernah pudar..

Aku rindu jogja di kala pagi..
Membawa sepeda motorku menembus dinginnya udara..
Meniti jalanan jogja nan teduh..
Dan sapa ramah para penduduk..


---

Wednesday, August 01, 2018

Sebuah Permulaan

Aku berlari memasuki gedung dimana tempat acara expo dilaksanakan. Aku melirik jam di tanganku, sudah pukul 12.31 siang, terlambat hampir satu jam lebih.

Sudah banyak orang di gedung itu. Ya, kampus kami mengadakan expo, dan kebetulan aku salah satu panitianya. Aku bergegas menuju pintu gedung, beberapa rekan menyapa, mengajakku makan siang yang memang sudah disediakan.

Dan disanalah, ketika aku membuka pintu gedung, tatapan lembut itu menyapaku. Ia tersenyum ke arahku dengan tatapan lembutnya. Entah mengapa aku malah grogi. Aku belum pernah melihat tatapannya yang seperti itu. Ah, aku aja yang GR mungkin.