Friday, February 02, 2018

Inikah Yang Namanya Jatuh Cinta?

"Jadi gak?" tanyaku

"Jadi, tapi pindah tempat" jawabnnya

"kemana?"

"ke kantin, haha"

Aku diam memandang balasannya chat, bingung mau balas apa. Hari sebelumnya, dia mengajakku makan siang bersama di suatu tempat. Aku senang, entahlah, mungkin karena jarang-jarang dia akan mengajakku makan. Dan hari ini, ketika aku menanyakan terkait jadi atau tidaknya, seperti itulah jawabannya. Entah kenapa hati ini malah sakit.

Aku kecewa ya? Untuk apa aku kecewa? Aku siapanya dia? Hanya teman. Tapi kenapa air mata ini malah mengembang.

Aku meremas baju depanku, berharap akan menghilangkan sakitnya hati ini. Kenapa jadi sesakit ini ya.

"Hahahaha.. ya udah yuk" hanya itu yang bisa ku balas.

Dan aku hanya berdiam saja di mejaku. Tidak sama sekali beranjak ke kantin. Gak mood, entahlah.
Lama, aku hanya duduk terdiam memandang ponselku. Hanya ku pandangi. Entah sudah menghabiskan berapa menit aku berdiam diri di mejaku. Namun akhirnya aku pergi juga ke kantin.

Disana, aku tak melihatnya, aku semakin, apa ya, bad-mood. Tapi kemudian dia muncul. Aku berusaha untuk tetap bersikap biasanya.

"Hahaha, maaf ya.." katanya menyapaku

"hihi, iya gpp..sibuk juga kan?" kataku untuk berusaha tidak apa-apa

Iya, kami akhirnya tetap makan bersama, dan berdiskusi macam-macam. Setidaknya itu mengobati kekecewaanku. Hmm, emang aku kecewa ya tadi? 

***

Jam pulang. Aku mengangkat kedua tanganku tinggi-tinggi, berharap lelahku berguguran dengan begitu. Hatiku masih sakit sedikit, apa aku ini benar kecewa ya. Aku keluar kelas, mencarinya karena dia tak ada di kursinya. Dan kau tau apa yang aku dapatkan?

Aku melihatnya berdiskusi, dengan teman lain. Asyik sekali, mereka tertawa dan bersemangat sekali berdiskusi.

Aku segera bersembunyi di balik pilar gedung. Entah untuk apa aku bersembunyi. Aku hanya Meremas baju depanku. Sesak. Entah kenapa aku jadi sesesak ini. Air mataku, tanpa ku izinkan, mengalir begitu saja.

Aku ini kenapa? aku cemburu? Iya aku mungkin cemburu, seharusnya hanya aku yang bisa berdiskusi seperti itu dengannya. Kenapa ada yang lain yang bisa seperti itu juga? Gimana kalau dia pergi? Tapi aku ini siapa? itu kan haknya mau berdiskusi dengan siapapun.

Dan pikiran itu, membuat air mataku kembali mengalir. Ah, gak enak rasanya. Apa ini yang namanya jatuh cinta?

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah membaca....^^