Saturday, August 12, 2017

Getting Closer

Time flies, faster than i could imagine.


Rasanya baru kemarin aku menginjakkan kaki di jogja untuk pertama kalinya (bukan dalam rangka mudik seperti sebelum-sebelumnya). Bapak dan ibu memang asli yogyakarta, dan sejak tahun 80an sudah ditugaskan ke Jakarta terus ke Tangerang. Sesekali pulang ke jogja, dan aku yang asli turunan jogja ini sampai sekarang pun belum menguasai bahasa jawa (jawa bajakan kalau kata temen, hiks).

Culture shock?

of course i experienced it. Saat itu, aku yang belum pernah sekalipun tinggal sendiri tanpa orang tua, harus belajar beradaptasi dengan lingkungan yang banyak sekali unggah ungguhnya. Yang biasanya cuek aja kalau ada orang gak dikenal lewat, sekarang harus pasang senyum dan menyapa sekalipun gak kenal. Belum lagi bahasa dengan logat jekardahnya yang didengar mungkin kurang sopan.

Pernah waktu kenalan dengan teman-teman kampus di semester pertama kuliah, masih keceplosan dengan ngomong 'gw lo' ke mereka, dan mereka hanya menatap dengan gak nyaman. Gosh, i forgot, this is Jogja. Dan mulailah aku membiasakan diri mengucapkan 'aku kamu'.

Kalau kalian tau, waktu SMP aku ngomong 'aku-kamu' ke teman lawan jenis, bakalan di-cieee-in seantero kelas. Karena dianggap ada hubungan spesial alias pacaran.

"eh aku pinjem penghapusnya dong.."
"cieeeee, aku-kamu... pacaran yaaaa..."
"eh, gw pinjem penghapus lo dong.." kataku kemudian dengan ekspresi =___=

Dan sesampainya di jogja, aku harus merubahnya kembali. Yaah, setidaknya itu yang paling kerasa.

Kalau diingat-ingat, banyak banget perubahan diri yang didapat di Jogja. Jadi kenangan tersendiri. Rasanya baru kemarin aku belajar pakai rok kemanapun, kemudian mulai melebarkan jilbab dan pakai kaus kaki. Dan disini juga, untuk pertama kalinya, aku rasakan indahnya persahabatan, kagum, dan jatuh cinta. (>.<)

Dulu waktu pertama pindah ke jogja di antar Bapak, naik mobil. Hujan saat itu. Aku menikmati segala perubahan lingkungan di sepanjang perjalanan. Mulai dari daerah yang penuh gedung-gedung tinggi menjulang, lambat laun menuju daerah yang sepi, menentramkan dan gak ada gedung tingginya. Senang, aku senang pindah ke Jogja saat itu.

Dan sekarang gak kerasa udah 11 tahun di Jogja. Rasanya gak mau pindah ninggalin Jogja, rasanya pengen disini aja selamanya. But, yaaa, it's getting closer, mau gimana lagi.



Hai Jogja, kau mengajarkanku banyak hal..
Ku titip rinduku disini ya..
Kau tak akan terganti..
sekalipun aku nanti akan cepat terganti..

2 comments:

  1. Hwaaa jd mau "move" on mb? hey hey hey... Trus jenguk aku lah ke sini >___<

    ReplyDelete
  2. Hwaaa jd mau "move" on mb? hey hey hey... Trus jenguk aku lah ke sini >___<

    ReplyDelete

Terima kasih sudah membaca....^^