Monday, August 24, 2015

Kisah Di Balik Sebuah Cerita

Bisakah seperti dulu lagi?

Aku mengenang sebuah pesan yang sempat membuat hatiku remuk redam.

pic downloaded from here
Itu terjadi dulu, ketika aku terperangkap dalam indahnya sebuah rasa. Iya, aku jatuh cinta.
Cinta itu datang dari seorang yang sejak dulu aku kagumi. Satu kegiatan mempertemukan kami dalam sebuah kepanitiaan. Aku, dan juga dia, di amanahkan menjadi panitia inti, dan hal itu membuat kami lebih banyak berkomunikasi.

Lambat laun, rasa yang terpendam itu semakin membuncah, hingga rasanya semakin tak bisa aku pendam. Pecah sudah benteng hatiku ketika mendengar ia pun suka padaku. Rona merah selalu nampak di wajahku. Ketika bertemu pun aku hanya tertunduk malu menahan debaran di hati. Entahlah, aku hanya merasa dia pun tau apa yang ku rasa.

Hingga beberapa bulan kemudian, menjelang liburan kuliah..

Nisa, sudah mau pulang ya?

Satu pesan masuk, darinya. Aku melirik ke arahnya yang hanya berjarak beberapa meter saja dariku.

Iya, kenapa?

Gak apa, hati-hati ya, kapan-kapan aku mau tanya sesuatu boleh..?

Dan itu, merupakan pertanyaan yang tidak seharusnya ku dengar dulu. Pertanyaan yang membuat rasa yang terpendam itu mengalir sebelum waktunya. Pertanyaan yang membuat hati ini lemah, dan pertanyaan yang sebenarnya telah mengaktifkan bom waktu di hatiku.