Monday, November 29, 2010

Sebuah Pilihan

"Nun, demi pena dan apa yang mereka tulis" (Al-Qalam:1)


Hidup adalah sebuah pilihan, bukan begitu?
Dan itulah yang menimpa seorang wanita. Di sela penantiannya akan kehadiran seorang pangeran yang akan menggenapkan separuh agamanya, dalam waktu yang bersamaan, 2 pemuda datang padanya. 2 pemuda yang tak pernah ia duga sebelumnya, 2 pemuda yang tak saling kenal satu sama lain, 2 pemuda yang bahkan tak pernah terlibat obrolan panjang dengannya, namun tiba-tiba mengutarakan maksud yang sama.

Thursday, November 25, 2010

Forever Friend, Friend Forever

"Nun, demi pena dan apa yang mereka tulis" (Al-Qalam:1)


forever friends ^^
24 November 2010, pukul 21.33 WIB. Aku iseng lihat foto-foto kita dari tahun 2007-2010, ternyata, kita dah ngeksis dari dulu ya..wkwkwkwk… Dan langsung deh, aku bikin tulisan ini, hehe...

Hampir setiap sudut kampus, kita penuhi dengan canda tawa kita, rame, bikin ribut, gak jelas juga. Mulai dari setiap koridor gedung, lobi gedung, laboraturium *kalo kebetulan satu kelas bareng*, taman samping gedung *yang langsung jadi penuh sama kita karena lahannya sempit, hihi..*, kantin *sampe2 tukang jus hafal sama kita, kalo berkurang satu orang ditanyain, hahay..*, perpus *di koleksi asing tentunya, sampe banyak yang hapal, kalo kita ga ada di seluruh kampus, pasti nyarinya ke perpus, hihi*, dan masjid *sampe pernah ditegur sama mbak angkatan karena berisik, wkwkwk..*

Tuesday, November 09, 2010

Aku Rindu Menikah

"Nun, demi pena dan apa yang mereka tulis" (Al-Qalam:1)


Ups, hehe, tapi inilah yang aku rasa, aku rindu menikah. Pernahkah terbesit rasa iri saat menghadiri walimahan teman? Iri, akhirnya teman kita bisa menggenapkan setengah diennya. Dan kita pun mulai bosan dengan kata-kata "Sabar ya...".

Satu artikel yang aku baca dengan tema sama:
Coba bayangkan jika kita menikah hari ini pada saat kita masih futur, buruk dan jauh dari Allah? Sudah terbayangkah laki – laki yang akan menjadi pendamping kita? Pasti tidak kan jauh dari keadaan kita. Apa yang kita lakukan akan berbalik pada diri kita, apa yang kita beri itulah yang kan kita terima. Ada pesan yang mungkin bisa kita renungi:

Surat Untuk Suamiku Tercinta

"Nun, demi pena dan apa yang mereka tulis" (Al-Qalam:1)


Suamiku, aku tau kau mulai jenuh padaku.
Perhatian dan kekhawatiranmu padaku dulu di awal pernikahan kita, seakan dihempas oleh waktu yang berlalu.
Apa karena aku sudah tak bisa menjaga benih-benih cinta kita agar tetap mekar sepanjang waktu?
Tapi, asal kau tau suamiku, aku tak pernah jenuh memperhatikanmu dengan kenakalan-kenakalan yang sama yang sering dan selalu kau lakukan padaku.
Aku menganggap itu sebagai bentukmu mencari perhatian dari orang yang kau sayangi.
Dan aku senang membayangkan akulah orang yang kau sayangi itu.

Monday, November 08, 2010

Seindah Mawar Berduri

"Nun, demi pena dan apa yang mereka tulis" (Al-Qalam:1)


Ijinkan kami menjadi seindah mawar berduri;
Yang menjadi impian setiap muslimah;
Yang indahnya bukan untuk semua lelaki;
Tapi permata buat yang namanya suami......

Saudariku, pasti kau tahu bunga mawar. Bunga yang sering menjadi lambang dari cinta, romantisme, bunga yang warnanya tegas, jika ia berwarna merah, maka ia akan berwarna merah darah, pekat! Jika ia putih, ia pun berwarna putih yang teguh, suci. Jarang mawar berwarna merah muda, meskipun mungkin ada.

Bunga mawar beraroma harum, kelopak-kelopaknya begitu tertata, banyak, dan melindungi benang sarinya dengan seksama. Mawar juga tidak mudah menggugurkan mahkota-mahkota bunganya, aku membuktikannya, betapa mawar tetap bermahkota dan berkelopak meskipun mungkin bila ia dipetik dengan tangkainya dan ia diletakkan tanpa air, ia mungkin layu, tapi mahkotanya tidak gugur!

Saturday, November 06, 2010

Letusan Merapi 2

"Nun, demi pena dan apa yang mereka tulis" (Al-Qalam:1)

Kamis 4 November 2010 malam, pukul 23.54, aku terbangun dari tidurku. Satu sms masuk ke HP ku, yang mengatakan kalau letusan merapi terdengar sampai tempatnya berada (Pugeran, sekitar 10KM lebih dari tempat tinggalku). Aku yang saat itu sedang tidak sehat memilih tidur lebih awal. Tapi tiba2 terbangun karena adanya getaran. Pintu kamarku terbuka, kakakku masuk.

"Bangun jar, merapinya lagi meletus, horor nih..." katanya.

Aku bangun, melihat ke dapur, mbak dan kakak iparku sibuk bikin pesanan kue. ku lihat di luar rumah hujan abu dan pasir tebal membuat sedikit gelap. Dan tiba-tiba, pengumuman yang disampaikan lewat speaker masjid..